Bela Anies Baswedan, Anak Zulhas Serang Balik Menteri Jokowi

Posted on

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani yang juga merupakan putri dari politisi PAN Zukfli Hasan menilai Menteri Keuangan di kabinet Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani telah memojokan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mengeluarkan pernyataan yang menyebut Anies angkat tangan soal pemberian bantuan kepada 1,2 warga miskin dan rentan miskin di Jakarta yang terdampak Covid-19.

Zita menilai pernyataan Sri bernuansa politik dan hanya menjadi bahan pencitraan semata. Pernyataan seperti itu seharusnya dihindari saat masyarakat sedang dilanda bencana seperti saat ini. Zita sangat menyayangkan pernyataan Sri Mulyani tersebut.

“Seolah pemprov angkat tangan. Ini bukan masalah keuangan atau kinerja, hindari untuk memojokkan di saat seperti ini. Rasanya kental politis, yang sudah baik saja belum tentu dibilang baik,” kata Zita melalui keterangan tertulisnya Kamis (7/5/2020).

Menurut Zita, Pemprov DKI sudah melakukan berbagai hal untuk menyelamatkan warga dari incaran penyakit menular ini. Salah satunya adalah menerapkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah dilakukan dua jilid sejak April 2020 lalu. Kemudian disusul dengan penyaluran bantuan sosial berbentuk sembako kepada masyarakat yang terdampak Corona ini.

“DKI sudah melakukan banyak hal, pemberlakuan PSBB dan pendistribusian bantuan sosial pertama kali dilakukan DKI,” ucapnya.

Tak hanya itu, Zita juga memuji Anies Baswedan yang di nilainya terus berjuang memfasilitasi warga DKI termasuk para tenaga medis yang berjibaku merawat ribuan pasien Corona di Ibu Kota. Padahal di satu sisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2020 menurun 53 persen.

“Pendapatan daerah DKI menyusut sampai 53 persen tapi Pak Anies tetap saja fasilitasi penginapan dan kebutuhan perawat, mengurangi jam operasi kendaraan umum, tetap berani mengambil langkah untuk melawan wabah ini,” ucapnya.

Zita mengatakan, DKI Jakarta adalah miniatur Indonesia,.jadi kalau pemerintah daerahnya gagal menangani Corona maka pemerintah pusat juga bisa menjadi sasaran kritik. Dia kembali meminta untuk tidak saling menyalahkan. Pemda DKI dan Pemerintah pusat harus saling berkoordinasi. Bukan malah sebaliknya.

“DKI adalah miniatur Indonesia. Kalau DKI dianggap gagal, bukan hanya pemprov tapi pusat juga. Stop salah menyalahkan. Masyarakat butuh solusi. Saya berharap kedepannya ada koordinasi yang jelas dari pusat dan provinsi,” tutupnya.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share