Berstatus PDP Covid-19, Tiga Dokter Meninggal Dunia Hari Ini

Posted on
Avatar

Korban meninggal dari kalangan dokter di tengah wabah Covid-19 bertambah.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan tiga dokter meninggal hari ini, Sabtu (4/4/2020).

Tiga dokter yang meninggal hari ini yakni Dr dr Lukman Shebubakar, Sp.OT (K), Ph.D, dr Bernadette Albertine Francisca T, Sp,THT-KL, dan dr Ketty Herawati Sultana.

dr Lukman Shebubakar merupakan anggota IDI Cabang Jakarta Selatan.

Adapun dr Bernadette merupakan anggota IDI Cabang Makassar dan dr Ketty Kerawati Sultana adalah anggota IDI Cabang Tangerang Selatan.

Wakil Ketua Umum IDI, dr Adib Khumaidi, mengatakan tiga dokter yang meninggal hari ini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Ketiganya meninggal hari ini. Info yang kami terima, ketiganya (berstatus) PDP Covid-19,” ujar Adib saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon.

Dengan meninggalnya tiga dokter hari ini, Adib menyatakan terdapat 18 dokter yang meninggal selama wabah Covid-19 di Indonesia.

Jumlah itu di luar dokter gigi yang meninggal.

“Kalau tidak salah (total) sekitar 18 dokter. Itu belum sama dokter gigi. Ada juga informasi hari ini dokter gigi yang meninggal satu. Ya mungkin ada sekitar 4 atau 5 (dokter gigi meninggal),” terang dia.

IDI Latih Dokter Tangani Covid-19

IDI memberikan pelatihan khusus kepada para petugas medis yang menangani pasien Covid-19.

Ketua IDI Daeng M. Faqih menyebutkan selain dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak yang saat ini bisa menangani COVID-19 juga dibekali pelatihan khusus agar bisa menangani pasien COVID-19.

“Jadi ini seluruh dokter harus siap dengan keahlian menangani COVID-19, tapi seluruh dokter harus bisa melakukan langkah perawatan pasien ini,” ungkap Daeng saat conference pers, Jumat (3/4/2020).

Sementara itu Daeng menyebutkan saat ini ada sekitar 200.000 dokter yang ada di Indonesia dengan jumlah terbesar yakni sebanyak 148.000 dokter umum.

Namun dokter penanggung jawab pasien atau dokter yang bisa menangani pasien COVID-19 yakni dokter spesialis paru-paru berjumlah 2.000 dokter, spesialis penyakit dalam konsultaan paru atau penyakit tropis 4.000 dokter dan dokter spesialis anak sebanyak 4.000.

“Oleh karena itu dengan kondisi seperti ini, ini sudah sampaikan ke seluruh dokter untuk siap, bisa memiliki keahlian dan keterampilan untuk menangani COVID-19, untuk skenario kalau ini tersebar ke selurun daerah dan pasiennya banyak,” ungkap Daeng.

Daeng menyebutkan proses pelatihan penanganan COVID-19 sudah mulai dilakukan dan tidak hanya dokter, IDI juga mengajak organisasi lain terkait tenaga kesehatan seperti perawat untuk bisa menangani pasien.

“Ini kita sudah mulai melatih, dan kami juga sudah mulai mengajak perawat melakukan langkah seperti ini. Ini persiapan dari kami dari segi tenaga medis, kami hanya punya wewenang itu,” pungkas Daeng.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share