Covid-19 dan Budaya Baca Mandiri Siswa di Kota Jambi

Posted on
Avatar

Dampak pandemi virus corona atau COVID-19, sekolah di Kota Jambi masih menerapkan pembelajaran dengan cara daring atau online. Selain pembelajaran daring, kegiatan membaca buku bacaan oleh siswa di rumah juga dilakukan oleh guru di Kota Jambi.

Hal inilah yang dilakukan Sri Wartini, guru SDN 131/IV Kota Jambi. Sebagai guru yang dilatih Program PINTAR Tanoto Foundation, ia ingin terus menerapkan budaya membaca siswa walaupun mereka berada di rumah.

”Selain pembelajaran online, saya juga menerapkan budaya baca siswa ketika mereka sedang berada di rumah, karena menumbuhkan budaya baca bisa dimana saja, tidak harus di sekolah,” ujar Sri dalam keterangan tertulisnya, Jum’at, (17/4/2020).

Sri Wartini menambahkan, selama masa pandemi wabah Corona, guru terus mencari alternatif untuk melanjutkan budaya baca di rumah. Salah satunya dengan mengajak siswa membuat ringkasan tulisan dari buku yang dibacanya.

“Selama siswa belajar di rumah, guru harus memiliki semangat lebih selama pembelajaran daring ini, bagaimana caranya agar siswa tidak bosan,” tambahnya.

Sri menambahkan, siswa yang telah membaca buku, diminta untuk membuat ringkasan singkat, lalu hasilnya difoto dan dikirimkan ke grup WhatsApp.

”Agar siswa yang lain juga termotivasi jika sudah ada yang mengirimkan,” katanya.

Interaksi dengan Siswa

Selain Sri Wartini, kegiatan membaca siswa juga dilakukan oleh Nurfaidah. Hal pertama yang ia lakukan adalah menyapa siswa setiap pagi hari.

“Agar chemistry terus terbangun selama siswa belajar di rumah,” ujar guru SDN 131/IV Kota Jambi yang akrab disapa Ibu Nufa ini.

Pagi itu Nurfaidah mengajak siswanya untuk membaca buku yang ada di rumah, seperti buku cerita rakyat, buku bergambar atau buku bacaan jenis fabel.

”Prinsipnya adalah kita menyampaikan kepada orangtua juga, lalu mereka menyiapkan buku bacaan yang ada di rumah,” tambahnya.

Berikan contoh Video Membaca Buku

Setelah memberikan tugas, Nurfaidah memberikan contoh video membaca ringkasan buku cerita dari YouTube. Caranya dengan memberikan tautan video tersebut ke grup WhatsApp orangtua. Kemudian sambil didampingi orangtua, mereka sama-sama melihat video tersebut.

Diharapkan setelah menonton video membaca buku bacaan para siswa melakukan hal yang sama dengan memvideokan dan membacakan cerita ringkasan dari buku yang mereka baca.

Selanjutnya, Nurfaidah memberikan waktu siswanya untuk membaca buku cerita tersebut selama 15 menit dan meminta orangtuanya untuk memfoto kegiatan putra putrinya tersebut.

”Dokumentasinya bisa berupa foto ataupun video, lengkap dengan ringkasan yang dibuat oleh siswa,” ujarnya.

Nurfaidah menambahkan, siswa mendapat tugas untuk bercerita dengan teks bacaan atau buku ceritanya. Berceritanya harus di videokan sebagai dokumentasi tugas yang akan dikumpulkan untuk penilaian di akhir semester.

Sejumlah siswa mengaku senang dengan ragam pilihan belajar terutama membaca buku bacaan. Antusiasme siswa tidak luntur walaupun membaca buku di rumah.

”Senang, karena tetap bisa membaca buku dan divideokan,” ungkap Alfathu Sabina Pradaka, siswi kelas V SDN 131/IV Kota Jambi yang menceritakan buku berjudul Mumun si Ketimun Bungkuk.

Selain Sabina, ada Nadia Safa, kelas IV yang menceritakan cerita asal muasal negeri lumpur, ”Hobi baca saya tidak hilang, Ibu guru sangat kreatif,” ungkapnya.

Membaca Artikel di Internet dan Koran

Selain buku bacaan, apa yang dilakukan oleh Dewi Sutria juga cukup menarik. Ia memanfaatkan internet untuk mencari bahan bacaan. Menurutnya tidak melulu harus dari buku bacaan. Karena tidak semua siswa memiliki buku bacaan misalnya cerita rakyat di rumah.

“Saya memberikan stimulus dengan memberikan pertanyaan pertanyaan berita aktual, misalnya tentang Covid-19. Dari pertanyaan itu saya minta mereka mencari bahan bacaan, termasuk dari koran maupun artikel dari internet,” ungkapnya.

Agar tidak melebar, Dewi meminta siswanya membaca sesuai tema yang diberikan. Kemudian siswa membuat sendiri sebuah cerita atau menceritakan dengan bahasa sendiri yang berpedoman dari beberapa pertanyaan tadi.

”Gagasan mereka boleh dikembangkan sesuai yang mereka fahami. Selanjutnya cerita yang tadi mereka videokan ke saya,” ujar

Selain media koran dan internet, Dewi juga memberikan alternatif lain kepada siswanya untuk mendapatkan informasi dari media lainnya, seperti dari televisi.

Mendapatkan Apresiasi dari Dosen Universitas Jambi

Semangat dan motivasi guru selama pandemi Covid-19 ini direspon positif oleh dosen PGSD Universitas Jambi, Hendra Budiono, menurutnya tidak mudah memberikan tugas membaca buku bacaan bagi siswa ketika mereka berada di rumah, kalau bukan karena siswanya sendiri sudah terbiasa dan memiliki hobi membaca buku.

”Menyelenggarakan budaya baca oleh siswa meskipun di rumah itu luar biasa perjuangannya, mulai dari ketersediaan buku dan lainnya, namun guru dampingan Program PINTAR tersebut tetap mengembangkan budaya baca yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan,” ujar Hendra Budiono yang juga fasilitator dosen Tanoto Foundation.

Hendra mengakui apa yang dilakukan guru tersebut menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan. “Harapan saya, semoga semangat ini menular dan menjadi motivasi bagi guru guru lainnya,” pungkasnya.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share