Viral Kucing Tertib Social Distancing, Jaga Jarak di Depan Toko

Posted on

akangan ada sebuah unggahan yang cukup menyita perhatian warganet.

Dalam unggahan tersebut tampak foto kucing-kucing liar tengah berada di depan sebuah toko di kota Quezon, Filipina.

Perilaku hewan berbulu itu menyita perhatian. Pasalnya, kucing-kucing tersebut tertib antre dengan duduk di lingkaran-lingkaran penanda yang sebenarnya dibuat untuk manusia.

Lingkaran-lingkaran penanda itu dibuat agar para pengujung toko tak saling berdekatan alias social distancing.

Alhasil, kucing-kucing dalam foto terlihat seakan-akan ikut menerapkan social distancing.

Foto-foto yang diambil akhir pekan lalu itu akhirnya menyebar di internet ketika surat kabar The Philippine Star membagikannya.

Namun di balik tingkah laku kucing yang taat aturan tersebut, muncul tanda tanya: Mengapa bisa demikian?

Apakah suatu ketidaksengajaan atau memang ada alasan khusus bagi kucing untuk mempati lingkaran-lingkaran itu?

Berdasarkan ahli perilaku kucing di The Cat Behavior Clinic, Mieshelle Nagelschneider, perilaku aneh itu ternyata merupakan bagian dari naluri bertahan hidup kucing.

“Di alam bebas, kucing akan bersembunyi di pohon untuk menghindari pemangsa. Namun bersembunyi juga menjadi bagian mereka sebelum menyergap mangsa,” ungkap Nagelschneider.

Lebih lanjut, menurut Nagelschneider, obsesi kucing terhadap lingkaran tak berhenti pada bentuk yang riil saja. Bahkan ketika lingkaran itu digambar di tanah, kucing juga akan menyukainya.

Ada alasan mengapa kucing-kucing ini tertib menempati lingkaran.

“Menempatkan diri dalam lingkaran akan memberi kucing rasa aman dan kesempatan semakin besar untuk bertahan hidup, setidaknya dalam pikiran mereka,” papar Nagelschneider.

Sementara itu, soal kucing yang seakan-akan patuh melaksanakan peraturan jaga jarak dengan duduk saling berjauhan juga bukan merupakan suatu kebetulan.

Kucing memang lebih suka untuk menjaga jarak dengan sesamanya, apalagi jika mereka memang saling bermusuhan.

2 kucing terinfeksi Covid-19
Terkait sabah Covid-19, dua kucing di New York dinyatakan positif Covid-19, tak lama setelah seekor harimau di kebun binatang Bronx dikabarkan mengidap penyakit serupa.

Diagnosis itu diumumkan oleh pejabat federal pada Rabu (23/4/2020). Mereka melaporkan, kedua kucing itu mengidap penyakit pernapasan ringan dan hasil tes menunjukkan keduanya positif terinfeksi virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Department of Agriculture dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menduga, kedua kucing itu tertular virus SARS-CoV-2 dari pemiliknya atau orang lain di lingkungannya.

Berikut riwayat sakit kedua kucing itu. Kucing pertama mengalami sakit dengan gejala batuk ringan dan pilek selama satu minggu.

NVIDIA Developer Blog, Viral Aksi Nekat Pria Baruh Baya Memakan Kucing

Namun belum diketahui pasti, kucing ini tertular Covid-19 dari pemiliknya atau orang lain. Sementara untuk kucing kedua, dinyatakan positif Covid-19 sebelum menunjukkan gejala apapun.

CDC mendesak semua orang untuk tidak panik dan meminta hewan peliharaan yang dimiliki untuk dites corona.

“Kami tidak ingin masyarakat panik. Kami tidak ingin masyarakat takut pada hewan peliharaannya sendiri,” ungkap dr Casey Barton Behravesh, pejabat CDC yang bertugas pada hubungan kesehatan antara manusia dan hewan kepada Associated Press.

“Tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit (Covid-19) ke manusia,” imbuhnya.

Dilansir IFL Science, Kamis (24/4/2020), penasihat kesehatan Gedung Putih untuk wabah corona, dr Anthony Fauci, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti bahwa virus corona baru penyebab Covid-19 dapat menular dari hewan ke manusia.

Social distancing untuk hewan
Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM-nya Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi bagi pemilik hewan peliharaan agar melakukan social distancing pada kucing dan anjing selama pandemi.

Lembar fakta FDA 30 April berisi hewan peliharaan tidak boleh berinteraksi dengan orang atau hewan lain di luar rumah. Sebisa mungkin kucing harus berada di dalam rumah.

Sementara anjing harus diberi kalung tali agar dapat menjaga jarak dua meter dengan manusia dan hewan lain.

FDA juga merekomendasikan pemilik anjing untuk tidak pergi ke taman atau tempat umum yang biasanya didatangi orang dan anjing peliharaan untuk bermain.

Kasus pertama yang dilaporkan terkait hewan terinfeksi virus corona adalah harimau yang tinggal di kebun binatang Bronx.

Sejak itu, empat harimau lain dan tiga singa di kebun binatang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Viral Foto Kucing Pakai Masker di Tengah Wabah Virus Corona, Diajak Pemilik Jalan-jalan

Selain itu, satu kucing peliharaan di Hong Kong dan Belgia, serta dua kucing di New York telah didiagnosis positif virus corona setelah mengalami gangguan pernapasan ringan.

Salah satu di antara kucing-kucing itu tinggal di rumah yang penghuninya tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Tiga anjing juga dilaporkan positif Covid-19. Namun penelitian kecil yang dikutip FDA menunjukkan bahwa anjing tidak mungkin terinfeksi virus seperti kucing.

Hingga saat ini, tidak ada laporan hewan peliharaan menularkan virus corona ke manusia.

“Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, tidak ada bukti hewan peliharaan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus corona penyebab Covid-19,” kata FDA dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Business Insider, Senin (11/5/2020).

Keputusan FDA untuk melakukan social distancing pada anjing dan kucing, adalah untuk mencegah hewan peliharaan sakit dan menginfeksi hewan lain.

“Yang paling penting untuk dipahami adalah virus ini menyebar pada manusia. Namun kucing rentan terinfeksi.

Sekarang semua hewan yang terinfeksi sudah pulih,” kata direktur Cornell Feline Center, Bruce Kornreich.

Ferret dan jenis hamster tertentu juga terbukti rentan terhadap infeksi di laboratorium. Sementara babi, ayam, dan bebek tidak akan terinfeksi atau menyebarkan infeksi.

Seekor kucing bersama seorang penduduk di Kota Kafr Nabl Suriah. Di kota ini, jumlah kucing lebih banyak daripada manusia.

nnette O’Connor, seorang ahli epidemiologi di perguruan tinggi kedokteran hewan Michigan State University, mengatakan saat ini para ahli fokus memperhatikan kucing, karena hewan ini lebih sering berinteraksi dengan manusia dibanding hewan lain.

“Saat kucing ke luar rumah, mereka bisa pergi ke mana saja. Mungkin mereka pergi ke tetangga sebelah yang ternyata terinfeksi Covid-19,” kata O’Connor mengatakan kepada Business Insider.

“Selain itu, mungkin juga ada penularan dari kucing ke kucing, jadi kami ingin menghindari itu dengan social distancing,” imbuhnya.

Gejala pada kucing
Kucing yang tertular virus corona mengalami gejala yang sama dengan manusia, kata Kornreich, meliputi demam, batuk, gangguan pernapasan, keluarnya cairan dari hidung, muntah, dan diare.

FDA tidak meminta hewan peliharaan untuk menguji virus tetapi jika kucing atau anjing Anda menunjukkan gejala, Kornreich merekomendasikan untuk menghubungi dokter hewan, yang harus diberi tahu jika seseorang dalam rumah tangga tersebut memiliki COVID-19, atau jika hewan peliharaan tersebut mungkin telah terpapar.

Pedoman CDC terbaru menunjukkan bahwa orang dengan COVID-19 harus membatasi interaksi mereka dengan hewan. Jika orang tersebut bergejala, CDC merekomendasikan mereka menghindari kontak langsung dengan hewan peliharaan, termasuk mengelus, meringkuk, dicium atau dijilat, tidur di lokasi yang sama, dan berbagi makanan atau tempat tidur.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share