Gegara Virus Corona atau Covid-19, Pengusaha Indonesia Ini Kehilangan Rp 196 Triliun, Siapa Dia?

Posted on

Gegara Virus Corona atau Covid-19, pengusaha Indonesia ini kehilangan Rp 196 triliun, siapa dia?

Sosoknya, orang terkaya di Tanah Air versi Forbes.

Pandemik Virus Corona sungguh berdampak bagi perekonomian global.

ahkan, para miliarder dunia pun tak kebal terhadap pandemik yang telak membuat pasar modal di seluruh dunia bergejolak.

Hingga pertengahan Maret lalu, berdasarkan perhitungan Forbes terdapat 2.095 miliarder di seluruh dunia.

Jumlah tersebut berkurang 58 orang dari tahun lalu, bahkan jika dibandingkan dengan bulan Februari, total jumlah miliarder di dunia telah berkurang 226 orang.

Adapun sebanyak 51 persen dari miliarder tersebut telah tergerus jumlah kekayaannya.

Jika dihitung secara kasar secara keseluruhan total nilai kekayaan para miliarder dunia tersebut mencapai 8 triliun dollar AS, berkurang 700 miliar dollar AS dari tahun 2019.

Jeff Bezos, CEO sekaligus pendiri Amazon masih menduduki posisi miliarder terkaya di dunia.

Bezos menduduki posisi tersebut selama 3 tahun berturut-turut, meski telah membagi sahamnya di Amazon sebesar 36 miliar dollar AS kepada mantan istrinya, MacKenzie Bezos sebagai bagian dari harta gono-gini atas perceraiannya tahun lalu.

Saat ini, total nilai kekayaannya mencapai 113 miliar dollar AS, lantaran tahun lalu saham Amazon melejit 15 persen.

Perusahaannya tersebut tengah menjadi sorotan lantaran di tengah pandemik mereka merekrut 100.000 pekerja penuh waktu maupun paruh waktu untuk memenuhi permintaan konsumen yang melonjak akibat sebagian besar penduduk dunia yang berdiam diri di rumah dan melakukan online shopping.

Adapun Bill Gates menduduki masih konsisten berada di posisi kedua, dan posisi ketiga diduduki oleh CEO LVMH Bernard Arnault yang menyingkirkan Warren Buffett di posisi ketiga untuk pertama kalinya.

Adapun Alice Ealton yang merupakan pewaris bisnis Walmart menjadi perempuan terkaya di dunia, dan berada di posisi ke-9 sebagai orang terkaya di dunia.

Total nilai kekayaannya mencapai 54,4 miliar dollar AS. Secara keseluruhan, terdapat 241 perempuan yang masuk di dalam daftar orang terkaya di dunia, dengan 7 di antaranya memiliki kekayaan bersama dengan pasangan, saudara maupun anak mereka.

Di antara 267 orang yang keluar dari daftar orang terkaya tersebut adalah Adam Neumann yang merupakan CEO WeWork.

Adapun 21 orang lainnya telah meninggal dunia.

Di sisi lain, Forbes juga memasukkan 178 orang pendatang baru yang berasal dari 20 negara, salah satunya pendiri dan CEO Zoom Video Communications Eric Yuan yang layanannya tengah booming lantaran banyak orang menerapkan work from home di tengah pandemi.

Dari sisi negara, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak, yaitu 614 orang dan posisi berikutnya adalah China dengan 456 miliarder.

Orang Terkaya Indonesia Kehilangan Rp 196 T

Tak hanya kekayaan para miliarder dunia yang tergerus akibat Virus Corona, juga orang terkaya di Tanah Air.

Salah satunya, kekayaan keluarga Hartono pemilik Djarum yang merupakan orang terkaya se-Indonesia kehilangan nilai asetnya hingga 12,65 miliar dollar AS pada tahun ini.

Dengan kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Rp 15.553 pada Jumat (24/4/2020), aset yang hilang itu mencapai Rp 196,75 triliun.

Data yang dilansir bloomberg.com, hingga 25 April 2020 ini beberapa nama taipan Indonesia yang masuk daftar 500 orang kaya dunia telah mengalami penyusutan harta hingga dobel digit.

Budi Hartono dan Michael Hartono, dua bersaudara yang merupakan keluarga terkaya di Indonesia juga harus mengalami penurunan tersebut.

Budi, orang kaya nomor satu di Indonesia dan urutan 126 dunia tercatat memiliki kekayaan 10,7 miliar dollar AS. Jumlah tersebut telah berkurang 6,44 miliar dollar AS dibandingkan awal tahun alias year to date (ytd).

Orang terkaya di Indonesia sekaligus bos Djarum, Budi Hartono.

Sementara Michael yang berada di posis 141 terkaya di dunia mencatatkan harta senilai 9,87 miliar dollar AS atau berkurang 6,21 miliar dollar AS ytd.

Pemilik Grup Djarum tersebut mengawali bisnisnya lewat perusaahaan rokok, namun kini Djarum memperluas lini bisnisnya ke sektor properti, perbankan, elektronik, pulp dan kertas, perkebunan, telekonomunikasi hingga yang teranyar merambah industri digital melalui perusahaan modal ventura GDP Venture.

Grup Djarum juga memiliki bisnis properti dan perhotelan.

Meskipun lini bisnis utama tak melantai di bursa, setidaknya terdapat dua perusahaan Grup Djarum yang menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Nah, sebagian besar aset yang hilang dari keluarga Hartono tersebut antara lain di BCA.

Akhir tahun 2019, harga saham BBCA bertengger di level Rp 33.425 dan memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 816 triliun.

Pada perdagangan Jumat (24/4/2020), harga saham BBCA di level 24.600 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 606,51 triliun.

Sebelumnya, Kontan juga memberitakan tak hanya keluarga Hartono yang kehilangan ratusan triliun rupiah.

Ada juga Prajogo Pangestu, Prakash Lohia, dan Tan Siok Tjien.

Menurut data Bloomberg melalui Indeks Bloomberg Billionaires, kekayaan Prajogo Pangestu dari awal tahun 2020 sampai 9 Maret 2020 hilang US$ 3,12 miliar ytd dari semula US$ 5,52 miliar.

Selain itu konglomerat Tan Siok Tjien Pendiri Gudang Garam juga kehilangan kekayaannya US$ 618 juta dari semula US$ 7,2 miliar, dan Prakash Lohia juga kehilangan US$ 576 juta dari semula kekayaannya US$ 4,85 miliar.

Daftar Orang Terkaya di Indonesia, Budi Hartono Nomor 1

Budi Hartono adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia berdasarkan peringkat yang dirilis Forbes pada tahun 2019.

Namun, peringkat itu didapatkan Budi Hartono atau Robert Budi Hartono bersama dengan saudaranya Michael Hartono.

Menurut Forbes, kekayaan bersih mereka sebesar 37,3 miliar dollar AS.

Kekayaan keluarga ini naik karena naiknya harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.

Daftar orang terkaya ini disusun menggunakan informasi kepemilikan saham dan keuangan yang diperoleh dari keluarga dan individu, bursa efek, laporan tahunan, dan analis.

Peringkat tersebut mencantumkan kekayaan individu dan keluarga, termasuk yang dibagi di antara kerabat.

Perusahaan swasta dinilai berdasarkan perusahaan serupa yang diperdagangkan secara publik.

Aset perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar pada 19 November 2019.

Selengkapnya, berikut daftar 50 orang terkaya di Indonesia per 2019.

1. R Budi dan Michael Hartono

Kekayaaan: US$ 37,3 miliar atau Rp 525,3 triliun

Sumber: konglomerasi

2. Keluarga Widjaja

Kekayaaan: US$ 9,6 miliar atau Rp 135,2 triliun

Sumber: divesifikasi

3. Prajogo Pangestu

Kekayaan: US$ 7,6 miliar atau Rp 107,03 triliun

Sumber: petrokimia

4. Susilo Wonowidjojo

Kekayaan: US$ 6,6 miliar atau Rp 92,9 triliun

Sumber: tembakau

5. Sri Prakash Lohia

Kekayaan: US$ 5,6 miliar atau Rp 78,9 triliun

Sumber: petrokimia

6. Anthoni Salim

Kekayaan: US$ 5,5 miliar atau Rp 77,5 triliun

Sumber: divesifikasi

7. Tahir

Kekayaan: US$ 4,8 miliar atau Rp 67,6 triliun

Sumber: divesifikasi

8. Boenjamin Setiawan

Kekayaan: US$ 4,35 miliar atau Rp 61,3 triliun

Sumber: farmasi

9. Chairul Tanjung

Kekayaan: US$ 3,6 miliar atau Rp 50,7 triliun

Sumber: divesifikasi

Chairul Tanjung dan Putri Indahsari Tanjung, putrinya.

10. Jogi Hendra Armadja

Kekayaan: US$ 3 miliar atau Rp 42,2 triliun

Sumber: barang konsumsi

11. Bachtiar Karim

Kekayaan: US$ 2,6 miliar atau Rp 36,4 triliun

Sumber: sawit

12. Mochtar Riady

Kekayaan: US$ 2,1 miliar atau Rp 29,4 triliun

Sumber: divesifikasi

13. Martua Sitorus

Kekayaan: US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun

Sumber: perkebunan kelapa sawit

14. Putera Sampoerna

Kekayaan: US$ 1,8 miliar atau Rp 25,1 triliun

Sumber: investasi

15. Kuncoro Wibowo

Kekayaan US$ 1,7 miliar atau Rp 23,7 triliun

Sumber: retail

16. Peter Sondakh

Kekayaan: US$ 1,65 miliar atau Rp 23 triliun

Sumber: investasi

17. Garibaldi Thohir

Kekayaan: US$ 1,6 miliar atau Rp 22,3 triliun

Sumber: tambang batu bara

18. Theodore Rachmat

Kekayaan: US$ 1,55 miliar atau Rp 21,6 triliun

Sumber: divesifikasi

19. Husain Djojonegoro

Kekayaan: US$ 1,53 miliar atau Rp 21,4 triliun

Sumber: barang konsumsi

20. Djoko Susanto

Kekayaan: US$ 1,5 miliar atau Rp 21 triliun

Sumber: supermarket

21. Alexander Tedja

Kekayaan: US$ 1,45 miliar atau Rp 20,2 triliun

Sumber: real estate

22. Sukanto Tanoto

Kekayaan: US$ 1,4 miliar atau Rp 19,5 triliun

Sumber: divesifikasi

23. Ciliandra Fangiono

Kekayaan: US$ 1,37 miliar atau Rp 19,1 triliun

Sumber: perkebunan kelapa sawit

24. Husodo Angkosubroto

Kekayaan: US$ 1,35 miliar atau Rp 18,8 triliun.

Sumber: diversifikasi

25. Keluarga Ciputra

Kekayaan: US$ 1,3 miliar atau Rp 18,1 triliun

Sumber: real estate

26. Eddy Katuari

Kekayaan: US$ 1,25 miliar atau Rp 17,4 triliun

Sumber: Barang konsumsi

27. Winarko Sulistyo

Kekayaan: US$ 1,2 miliar atau Rp 1,67 triliun

Sumber: pulp and paper

28. Low Tuck Kwong

Kekayaan: US$ 1,17 miliar atau Rp 16,3 triliun

Sumber: tambang batu bara

29. Murdaya Poo

Kekayaan: US$ 1,15 miliar atau Rp 16 triliun

Sumber: diversifikasi

30. Irwan Hidayat

Kekayaan: US$ 1,1 miliar atau Rp 15,3 triliun

Sumber: obat herbal atau jamu

31. Kardja Rahardjo

Kekayaan: US$ 1,02 miliar atau Rp 14,2 triliun

Sumber: ekspedisi

32. Hary Tanoesoedibjo

Kekayaan: US$1 miliar atau Rp 14 triliun

Sumber: media

33. Sjamsul Nursalim

Kekayaan: US$ 990 juta atau Rp 13,9 triliun

Sumber: retail, ban

34. Donald Sihombing

Kekayaan: US$ 970 juta atau Rp 13,5 triliun

Sumber: konstruksi

35. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Kekayaan: US$ 960 juta atau Rp 13,4 triliun

Sumber: perkebunan kelapa sawit, tambang nikel

36. Sabana Prawirawijaya

Kekayaan: US$ 915 juta atau Rp 12,8 triliun

Sumber: minuman

37. Osbert Lyman

Kekayaan: US$ 865 juta atau Rp 12,1 triliun

Sumber: real estate

38. Kusnan dan Rusdi Kirana

Kekayaan: US$ 835 juta atau Rp 11,6 triliun

Sumber: maskapai penerbangan

39. Harjo Sutanto

Kekayaan: US$ 810 juta atau Rp 11,3 triliun

Sumber: barang konsumsi

40. Hashim Djojohadikusumo

Kekayaan: US$ 800 juta atau Rp 11 triliun

Sumber: diversifikasi

41. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Kekayaan: US$ 780 juta atau Rp 10,9 triliun

Sumber: media dan teknologi

42. Sudhamek

Kekayaan: US$ 745 juta atau Rp 10,4 triliun

Sumber: makanan dan minuman ringan

43. Soegiarto Adikoesoemo

Kekayaan: US$ 730 juta atau Rp 10,2 triliun

Sumber: kimia

44. Aksa Mahmud

Kekayaan: US$ 710 juta atau Rp 9,9 triliun

Sumber:

45. Arifin Panigoro

Kekayaan: US$ 670 juta atau Rp 9,3 triliun

Sumber: semen

46. Hamami

Kekayaan: US$ 660 juta atau Rp 9,2 triliun

Sumber: alat berat

47. Edwin Soeryadjaya

Kekayaan: US$ 635 juta atau Rp 8,88 triliun

Sumber: tambang batu bara, investasi

48. Kartini Muljadi

Kekayaan: US$ 630 juta atau Rp 8,8 triliun

Sumber: farmasi

49. Arini Subianto

Kekayaan: US$ 600 juta atau Rp 8,3 triliun

Sumber: tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit

50. Iwan Lukminto

Kekayaan: US$ 585 juta atau Rp 8 triliun

 

Jangan Lupa share