Berhasil Jinakkan Corona dan Tak Ada Meninggal, Trik Vietnam Akhirnya Terkuak, Kini Ditiru Indonesia

Posted on

Berhasil jinakkan Corona dan tak ada meninggal, trik Vietnam akhirnya terkuak, kini ditiru Indonesia.

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah sibuk dengan urusan virus Corona yang sudah membuat puluhan jiwa meninggal.

Bukan hanya Indonesia, hampir semua pemerintahan di dunia tengah berupaya menyelamatkan warganya dari Pendemi virus Corona yang masih saja terus meluas

Bahkan ada negara yang mengambil sikap lockdown baik di kota bahkan wilayah negara.

Dari sekian banyak negara, Pemerintah Vietnam sejauh ini cukup sukses mengendalikan wabah virus Corona atau covid-19 ini

Vietnam, sejauh ini mampu menjinakkan keganasan virus Corona.

Pemerintah Vietnam seolah sudah bersiap akan datangnya virus mematikan tersebut sehingga covid-19 tidak sampai mencabut nyawa warganya.

Hingga Rabu (25/3/2020), Vietnam belum mencatatkan korban meninggal akibat covid-19.

Sementara data terbaru menunjukkan jumlah orang terinfeksi Corona di Vietnam berjumlah 123 orang.

Pada pertengahan Februari lalu, Vietnam bahkan mampu menyembuhkan seluruh pasien yang terinfeksi virus Corona.

Sebanyak 16 pasien tersebut kemudian diperbolehkan pulang dari rumah sakit saat itu.

Vietnam mampu meredam penyebaran virus ini hingga awal Maret.

Mereka sama sekali tidak mendeteksi adanya kasus baru dari 13 Februari hingga 6 Maret.

Di hari berikutnya, barulah pemerintah melaporkan dua kasus baru.

Indonesia pun kini sedang menerapkan cara yang ditempuh Vietnam saat menghadapi virus Corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong datang ke Rumah Sakit rujukan covid-19 untuk diisolasi.

“Mari kita tata dengan baik, sehingga tidak semua orang yang sakit berbondong-bondong menuju ke rumah sakit dan tidak semua kasus isolasi harus dilaksanakan di rumah sakit,” kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Rabu (25/3/2020).

Yuri mengatakan, isolasi diri menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran virus Corona bagi pasien pengidap covid-19.

Namun, hal tersebut tidak harus dilakukan di rumah sakit.

Ia mencontohkan, Vietnam yang mampu mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak dan isolasi mandiri sebagai kekuatan masyarakatnya.

“Di Vietnam mengedepankan bagaimana physical distancing , menjaga diri, menjaga jarak dan kemudian self isolation. Ini jadi kekuatan besar yang dilakukan masyarakat Vietnam, dia bisa mengendalikan penularan ini,” ujarnya.

Berdasarkan hal itu, Yuri menegaskan, isolasi mandiri dan physical distancing harus dilakukan tanpa harus menunggu seseorang dinyatakan terinfeksi covid-19.

Ia mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 mengimbau agar bagi mereka yang sehat tetap menjaga kesehatan.

Bagi mereka yang memiliki gejala ringan dilakukan pengawasan dan bagi mereka yang sakit diberikan pelayanan perawatan di rumah sakit rujukan.

“Dan yang sakit kita berikan pelayanan perawatan yang sebaik-baiknya agar menjadi sehat. Ini jadi kunci,” ucap Achmad Yurianto.

“Oleh karena itu, ini jadi kerja kita bersama dan keberhasilannya tentu kembali lagi peran serta masyarakat, karena ini penyakit menular,” kata dia.

Panggil Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Pensiunan

Vietnam pada, Sabtu (21/3/2020) menyerukan mahasiswa kedokteran dan dokter pensiunan, untuk bergabung dalam “pasukan” melawan virus Corona.

“Pertarungan melawan covid-19 telah memasuki fase baru yang penuh dengan kesulitan dan tantangan, membutuhkan lebih banyak upaya dan kerja keras untuk bertahan.”

Keterangan tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan Vietnam di situs webnya, dikutip dari Reuters.

Sebagai upaya perlawanan membasmi virus Corona, Kemenkes Vietnam telah meminta bantuan ke pensiunan staf medis, termasuk dokter dan perawat, untuk merawat orang tua.

Kemudian mahasiswa kedokteran diminta bergabung secara sukarela untuk dimintai bantuan ketika dibutuhkan.

Data dari Worldometers menunjukkan, sampai hari ini Vietnam memiliki total 94 kasus virus Corona.

Dari kasus-kasus tersebut 17 pasien berhasil sembuh, sedangkan untuk korban meninggal belum ada.

Pemerintah Vietnam memang gencar melakukan perlawanan pada virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Sebelumnya, negara pimpinan Nguyen Phu Trong ini juga memiliki bilik disinfektan portable.

Bilik yang menyemprotkan air elektrolit ini didesain dan diproduksi oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam, yang bekerja sama dengan Vietnam Academy of Science and Technology (VAST).

Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang merupakan Kementerian Kesehatan Vietnam, mengatakan bilik ini telah dipasang dan bisa digunakan di area padat penduduk.

Hanya butuh waktu 15-20 detik untuk membersihkan diri di bilik ini, dan satu bilik bisa digunakan sampai 1.000 orang per hari.

Kemudian Dr Kidong Park, perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam menyatakan, kunci sukses Vietnam adalah “respons yang konsisten dan proaktif”.

Park menjelaskan, Hanoi mengaktifkan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.

Lalu memastikan tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi negatif atau hoaks, hingga kolaborasi dari berbagai sektor.

Meski demikian, Vietnam enggan berpuas diri.

Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan jika diibaratkan perang, maka mereka baru memenangkan babak pertama.

“Kami belum meraih kemenangan total dalam pertempuran ini karena segalanya tidak bisa diprediksi,” jelas Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam merujuk kepada penyebaran virus di seluruh dunia.

309 kasus Corona di Indonesia

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengungkap ada penambahan kasus baru virus Corona di Indonesia hingga Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Angka kasus virus Corona di Indonesia bertambah 82 kasus dari hari sebelumnya menjadi 309.

Sebelumnya, Rabu (18/3/2020), pemerintah mencatat ada 227 kasus virus Corona di Indonesia.

“Total kasus hingga hari ini 309 orang,” kata Acmad Yurianto dalam keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dari 82 kasus baru tersebut tercatat penambahan kasus terbanyak terjadi di Jakarta.

Tercatat ada 52 kasus baru positif Corona di Jakarta.

“Di DKI ada penambahan 52 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 210 orang,” katanya.

Kemudian penambahan kasus baru terjadi di Banten sebanyak 10 orang, Yogyakarta 2 orang, Jawa Barat 2 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 1 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Sumatera Utara 1 orang, Sulawesi tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, dan Riau 1 orang.

Sementara itu untuk pasien sembuh dilaporkan bertambah 4 orang sehingga totalnya hingga kini ada 15 orang penderita Corona dinyatakan sembuh.

Semuanya pasien sembuh tersebut berasal dari DKI Jakarta.

Untuk angka pasien Corona yang meninggal dunia pun mengalami peningkatan sebanyak 6 orang sehingga totalnya hingga saat ini ada 25 pasien Corona yang meninggal dunia.

Penambahan 6 pasien meninggal dunia tersebut 5 orang berasal dari Jakarta dan satu orang dari Jawa Tengah.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share