Perawat meninggal akibat Covid-19 saat mengandung, bayinya berhasil diselamatkan

Posted on
Gabung sekarang yuk di grup

Seorang perawat di Inggris meninggal dunia akibat Covid-19 saat dirinya dalam keadaan hamil tua. Staf rumah sakit kemudian berhasil menyelamatkan bayi yang dikandung perawat tersebut.

Mary Agyeiwaa Agyapong, telah bekerja sebagai seorang perawat selama lima tahun di Rumah Sakit Luton and Dunstable. Pada Minggu (12/04), perempuan berusia 28 tahun itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan sejak 7 April lalu. Dua hari sebelum diopname, dia positif mengidap virus corona.

Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan bayi yang dikandung Agyapong “dalam keadaan sangat baik”, namun tidak memberikan keterangan rinci.

Setelah Agyapong dirawat dan kemudian meninggal dunia, suaminya mengisolasi diri dan telah menjalani tes Covid-19.

David Carter, direktur Yayasan Rumah Sakit Layanan Kesehatan Inggris di kawasan Bedfordshire, mengatakan mendiang adalah “perawat yang fantastis dan contoh hebat dari apa yang menjadi landasan kami dalam yayasan ini”.

“Doa dan duka cita mendalam dari kami untuk keluarga dan teman-teman Mary pada masa duka ini,” lanjutnya.

Exterior view Luton and Dunstable HospitalImage captionMary Agyeiwaa Agyapong telah bekerja di Rumah Sakit Luton and Dunstable selama lima tahun.

Para kolega Agyapong menyatakan kedukaan mereka atas meninggalnya mendiang, yang bernama Mary Boateng setelah menikah. Mereka menciptakan gerakan penggalangan dana untuk mendukung keluarganya.

Laman itu telah mengumpulkan hampir £4,500 (Rp88,6 juta) sejak diciptakan pada Rabu (15/04).

Salah satu rekan kerja Agyapong mengatakan mendiang telah “mendedikasikan hidupnya untuk Layanan Kesehatan Inggris sebagai perawat”.

“Mary adalah kolega saya, saya bekerja bersamanya selama beberapa tahun. Keluarganya layak diurus setelah dia mendedikasikan hidupnya kepada NHS sebagai perawat.”

“Saatnya mengurus keluarganya yang menjadi bagian kami dan membalas budi baik Mary, serta memberikan sesuatu yang kecil namun besar untuk keluarganya pada masa ketika mereka sangat memerlukan. Beristirahatlah dengan tenang Mary!” tulis Renai Mcinerney.

Berdasarkan data yang dihimpun Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, Inggris mencatat 98.476 kasus positif corona dengan kematian mencapai 12.868 orang hingga Kamis (16/04).

Artikel Asli>

Jangan Lupa share