Bahar Smith: Yang perlu Anda ketahui soal penahanan kembali Bahar bin Smith di lapas

Posted on
Avatar

Bahar bin Smith telah dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusa Kambangan, Jawa Tengah, pada Selasa (19/05) malam.

Kepastian itu diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, kepada BBC News Indonesia.

Adapun alasan pemindahan, menurut Rika, adalah simpatisan Bahar berkerumun di Lapas Gunung Sindur sejak Bahar ditangkap kembali. Di sana mereka melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas.

“Simpatisan yang memaksa ingin mengunjungi Habib Bahar, berkerumun berteriak teriak dan melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan perusakan fasilitas negara berupa pagar lembaga pemasyarakatan,” papar Rika dalam keterangan tertulis.

“Massa simpatisan dalam jumlah besar yang berkerumun sangat rentan terjadinya penyebaran Covid -19 dan telah melanggar protokol kesehatan penanganan Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, di Gunung Sindur terdapat dua lembaga pemasyarakatan yang dihuni oleh narapidana kasus teroris dan bandar narkoba. Kehadiran massa simpatisan Bahar, kata Rika, akan menjadikan kondisi yang tidak kondusif dan dapat mengganggu keamanan ketertiban di Lapas Klas IIa Gunung Sindur.

Karena itu, Bahar diputuskan untuk dipindahkan ke Nusa Kambangan.

“Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan,” tutur Rika.

Ditambahkannya, pemindahan Bahar dilakukan pada Selasa (19/05) malam, dengan pengawalan kepolisian dan jajaran Ditjen Pemasyarakatan.

habib bahar

Sebelumnya, pria terpidana kasus penganiayaan remaja itu kembali ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Selasa (19/05) dini hari, atau tiga hari sejak dibebaskan dengan izin asimilasi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris, mengatakan Bahar dijemput karena program asimilasinya dicabut.

“Yang bersangkutan dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia dijemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor,” kata Aris kepada kantor berita Antara.

Mengapa Bahar Smith kembali ditahan?

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan HAM, Reynhard Silitonga, menjelaskan alasan pencabutan pemberian izin asimilasi di rumah terhadap Bahar Smith.

Menurutnya, pencabutan dilakukan karena Bahar Smith dinilai telah melakukan sejumlah tindakan yang dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat, yakni menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif, serta menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Reynhard mengatakan video ceramah Bahar Smith yang telah menjadi viral itu dianggap dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Pencabutan SK (surat keputusan) asimilasi dilakukan berdasarkan hasil penilaian PK Bapas Bogor yang melakukan pembimbingan dan pengawasan terhadap yang bersangkutan,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Selasa (19/05).

bahar

Selain itu, Bahar Smith juga dinilai melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah kondisi darurat Covid-19, dengan mengumpulkan massa dalam pelaksanaan ceramahnya.

“Atas perbuatan tersebut maka kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” ujar Reynhard.

Adapun pencabutan SK asimiliasi Bahar Smith bernomor W11.PAS.PAS11.PK.01.04-1473 Tahun 2020 dilakukan oleh Kepala Lapas Cibinong.

Reynhard mengatakan saat ini Bahar Smith telah berada di Lapas Klas IIA Gunung Sindur, Bogor, untuk menjalani sisa pidana.

Apa komentar pengacaranya?

Pengacara Bahar Smith, Azis Yanuar, menilai kliennya sama sekali tidak melanggar hukum saat menyampaikan dakwah yang menjadi penyebab Bahar dijebloskan kembali ke dalam penjara.

Kalaupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menilai Bahar melontarkan dakwah yang provokatif, menurutnya, Bahar tidak dapat dijerat delik ujaran kebencian karena tidak menyebut identitas seseorang maupun instansi secara eksplisit.

“Beliau kan dalam dakwahnya membahas pemerintah, bisa saja pemerintah Somalia, pemerintah negara mana. Secara hukum kan tidak ada deliknya, kecuali kalau dia bilang Jokowi, Dirjen Pas (Pemasyarakatan), atau Yasonna (Menkumham),” kata Azis kepada kantor berita Antara, Selasa (19/05).

Jika dalam ceramah tersebut yang dimaksud Bahar Smith adalah pemerintah Republik Indonesia, maka menurutnya, Bahar membicarakan fakta yang terjadi.

“Kalau itupun Indonesia, Habib ini tidak salah. Negara ini otoriter sekali, apa salahnya? Itu fakta. Contohnya BPJS naik, gaji pejabat naik, pejabat gajinya miliaran,” kata dia.

Kapan dia dibebaskan?

Sebelumnya, Bahar bin Smith bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Cibinong, Jawa Barat, lewat program asimilasi pada Sabtu (16/05).

Saat dibebaskan, dalam laporan berbagai media, pria itu mengaku tak takut masuk penjara lagi demi memperjuangkan rakyat miskin.

“Saya tidak takut besok pagi ditangkap polisi, dipenjara lagi kalau tidak bersalah,” kata di hadapan para pengikutnya ketika dibebaskan pada Sabtu (16/05).

“Sore ini saya keluar, besok pagi saya ditangkap lagi demi berjuang untuk rakyat, berjuang untuk Indonesia, berjuang untuk rakyat susah yang sengsara di-lockdown, dimatikan di dalam rumahnya sendiri. Saya ridho, saya ikhlas,” tambahnya saat itu.

bahar

Dia mengenakan jubah berwarna gelap dan topi baret berwarna merah, namun tidak memakai masker. Suasana di tempat itu pun terlihat ramai dan penuh sesak.

Sesekali terdengar gema takbir dari para pengikutnya yang berteriak menimpali orasinya.

Atas kasus apa dia ditahan?

Bahar bin Smith, pria yang dipanggil dengan julukan habib oleh pengikutnya, divonis hukuman penjara tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan, karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan, pada 8 Juli 2019.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan enam tahun pidana penjara yang diajukan oleh tim jaksa.

Kasus penganiayaan anak menjerat Bahar setelah orangtua korban melaporkan penceramah asal Medan ini ke Polres Bogor.

Penganiayaan itu diduga terjadi pada awal Desember 2018 di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahar ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polda Jabar pada Selasa (18/12) terkait kasus penganiayaan terhadap dua remaja.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share