Siswa SMA Yang Viral Buat Coretan Vulgar Minta Maaf!

Posted on
Avatar

Viral di media sosial, para siswa tersebut akhirnya minta maaf. Nah lho~

Para siswa SMA di Riau yang viral usai melakukan aksi corat-coret gambar vulgar untuk merayakan kelulusan akhirnya membuat permintaan maaf di media sosial.

Meski begitu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan tetap akan melakukan pengecekan dan penelusuran ke sekolah para pelaku. Kejadian ini sendiri menjadi sorotan lantaran para siswa tersebut tak cuma membuat gambar tak senonoh tapi juga melanggar imbauan agar tetap di rumah saja.

Lantas, seperti apa berita lengkapnya? Simak berikut ini.

1.Siswi SMA yang buat coretan vulgar minta maaf

www.instagram.com

Salah satu siswa bernama Hayatun Jumaini yang diduga menjadi pengunggah pertama foto-foto perayaan kelulusan dalam akun @hayatunjumainii membuat video klarifikasi.

Dia mengakui, aksinya bersama teman-temannya merupakan kesalahan yang melanggar norma dan aturan sekolah. Mereka pun meminta maaf kepada semua masyarakat.

Memang dalam foto yang viral tersebut, terlihat beberapa siswa SMA mengenakan baju begitu seksi dengan sejumlah coretan yang sangat tidak pantas.

Hayatun juga mengatakan bahwa pihak sekolah juga sudah memberikan imbauan agar aksi corat-coret tidak dilakukan namun mereka tetap melakukannya.

“Kami mohon maaf kepada semua pihak yang dirugikan, buat netizen, pihak sekolah, dan dinas pendidikan, kami mohon maaf,” ucap Hayatun dalam video yang diunggah di akun Instagram, @lambe_turah, Senin (4/5).

2.Dinas Pendidikan Riau angkat bicara

twitter.com

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kaharuddin membenarkan bahwa para siswa yang viral melakukan aksi corat-coret kelulusan telah meminta maaf.

“Siswa sudah mengakui itu, lalu minta maaf. Mungkin cukup dua di situ saja,” ucap Kaharuddin seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (4/5).

Dirinya pun akan segera melakukan komunikasi dengan pihak sekolah para siswa untuk mencari tahu informasi lebih dalam.

Kaharuddin sendiri cukup menyayangkan aksi para siswa tersebut lantaran saat ini suasana di Indonesia cukup genting karena adanya wabah pandemi corona.

“Sebenarnya kondisi wabah Covid-19 saat ini yang membuat khawatir. Kemudian, sekarang suasana ramadhan (juga) rasanya tidak etis seperti itu. Melenceng dari tradisi kita,”

Dinas Pendidikan sendiri mengakui sudah mengantisipasi agar aksi corat-coret siswa yang sering dilakukan supaya tidak terjadi dengan melakukan pengumuman secara online di malam hari.

Namun, menurut Kaharuddin, upaya ini lagi-lagi tetap kecolongan dan tak berhasil.

“Kelulusan kita umumkan lewat online, malam hari, supaya tidak ada yang merayakan. Karena dilarang, dan sekarang kan juga ada wabah corona,” ucap Kaharuddin.

Aksi siswa SMA melakukan corat-coret gambar vulgar untuk merayakan kelulusan di tengah wabah pandemi corona terus menjadi sorotan publik.

Bertubi-tubi kecaman pun muncul hingga akhirnya para siswa mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepad masyarakat luas.

Semoga kejadian seperti ini tidak kembali terulang, karena bukan hanya mencoreng dunia pendidikan Indonesia tapi juga membahayakan jiwa di tengah pandemi corona.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share