Studi COVID-19, Kucing Bisa Tularkan Virus Meski Tanpa Gejala

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Studi baru yang dilakukan American Veterinary Medical Association menemukan fakta bahwa kucing dapat menularkan COVID-19 meskipun tanpa gejala. Karenanya kebersihan akan hewan peliharaan menjadi sangat penting.

Hal ini diutarakan pakar virus Peter Halfmann sebagaimana dikutip dari South China Morning Post. Dia dan rekan-rekannya di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin telah melakukan percobaan terkait ini di laboratorium dan memaparkan hasilnya di New England Journal of Medicine.

Awalnya para peneliti mengambil virus corona dari pasien manusia dan menginfeksi tiga kucing. Setiap kucing kemudian ditampung dengan kucing lain yang bebas dari infeksi.

Dalam lima hari, virus corona ditemukan pada ketiga hewan yang baru terpapar. Namun, tidak satu pun dari enam kucing yang menunjukkan gejala virus.
“Tidak ada bersin, tidak ada batuk, mereka tidak pernah memiliki suhu tubuh yang tinggi atau kehilangan berat badan. Jika pemilik hewan peliharaan memandang mereka … mereka tidak akan memperhatikan apa pun,” kata Halfmann.

Sebelumnya, dua kucing lokal di berbagai bagian negara bagian New York dites positif terkena virus corona. Mereka dianggap tertular dari orang-orang di rumah atau lingkungan mereka.

Beberapa harimau dan singa di Kebun Binatang Bronx juga telah dites positif terkena virus. Meski begitu penelitian lanjutan masih harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana potensi penularan dari manusia ke hewan lalu ke manusia lagi.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang tersedia sejauh ini, risiko hewan peliharaan menyebarkan corona kepada orang-orang dianggap rendah.

Kelompok kedokteran hewan mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan, termasuk hewan peliharaan, bisa sengaja berperan dalam penyebaran COVID-19. Ditekankan bahwa penularan dari orang ke orang lah yang mendorong pandemi global.

Artikel Asli>

Jangan Lupa share