Studi Terbaru: Kucing Bisa Terinfeksi Covid-19, dan Tularkan ke Kucing Lainnya

Posted on
Avatar

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2 tak hanya menginfeksi manusia, tetapi juga hewan termasuk kucing.

Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kucing yang terinfeksi Covid-19 bisa menularkan ke kucing lainnya, meskipun tanpa gejala penyakit.

Kasus pertama transmisi Covid-19 dari manusia ke kucing ditemukan di Belgia beberapa waktu lalu. Tak lama berselang, ditemukan kasus pada beberapa harimau dan kucing besar di sebuah kebun binatang di New York yang dinyatakan positif Covid-19.

Selanjutnya, dua kucing peliharaan di New York juga positif Covid-19. Satu di antaranya bahkan hanya menunjukkan gejala ringan penyakit pernapasan.

“Ini adalah sesuatu yang harus diingat oleh orang-orang. Jika mereka dikarantina di rumah dan khawatir akan menularkan Covid-19 kepada anak-anak dan pasangan, mereka juga harus khawatir menularkannya kepada hewan peliharaan mereka,” kata Peter Halfmann, seorang profesor riset di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin, AS, seperti dilansir dari IFL Science, Minggu (17/5/2020).

Penelitian pun dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penularan antar kucing, yang dilakukan oleh para peneliti dari AS dan Jepang. Mereka mengisolasi tiga ekor kucing dan memberikan virus corona di area tersebut, yang diambil dari pasien positif Covid-19.

Hari berikutnya, pemeriksaan swab hidung menunjukkan bahwa virus sudah menginfeksi dua kucing. Dalam tiga hari, semua kucing dinyatakan positif terkena virus.

Kemudian, kucing keempat yang tidak terinfeksi virus ditempatkan di kandang dekat tiga kucing yang positif Covid-19. Dalam enam hari, seluruh kucing terinfeksi virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab hidung.

Setiap kucing melepaskan virus dari saluran hidung mereka hingga enam hari. Tetapi virus itu tidak mematikan dan sebagian besar kucing tidak menunjukkan gejala. Setiap kucing pun berhasil sembuh dari virus dengan sendirinya.

Ilustrasi Kucing.

Penelitian tersebut berdasarkan studi yang telah dipublikasikan awal tahun, di mana ditemukan kucing dan musang bisa terinfeksi dan berpotensi menularkan virus di antara anggota spesies mereka sendiri.

Tampaknya kucing dapat terinfeksi virus ketika terpapar oleh manusia atau kucing lainnya. Penularan antar kucing ini menunjukkan bahwa hewan tersebut dapat menjadi “inang perantara hening” karena mereka tidak selalu menunjukkan gejala Covid-19.

Kendati demikian, para peneliti mengingatkan bahwa tidak ada bukti bahwa kucing dapat menularkan kembali virus ke manusia. Hingga saat ini juga tidak ada kasus penularan dari kucing ke manusia.

“( Kucing) masih jauh lebih mungkin untuk mendapatkan penularan Covid-19 dari Anda, daripada Anda mendapatkannya penualaran dari kucing,” kata peneliti.

Para peneliti meminta untuk memasukkan hewan peliharaan dalam rencana menghadapi keadaan darurat, termasuk memiliki persediaan makanan dan obat-obatan untuk mereka selama dua minggu.

“Persiapan juga harus dibuat untuk perawatan hewan jika Anda perlu dikarantina atau dirawat di rumah sakit karena sakit,” kata Ruthanne Chun, Dekan untuk urusan klinis di UW Veterinary Care.

Para peneliti juga meminta, jika seseorang menunjukkan gejala Covid-19 maka perlu menghindari kontak dengan kucing. Selain itu selalu jaga hewan peliharaan di dalam ruangan untuk membatasi paparan dari manusia atau kucing lainnya.

Tidak apa-apa untuk tetap memeluk dan berinteraksi dengan hewan peliharaan seperti biasa, asal hewan tersebut tinggal di dalam ruangan dan tidak melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

Jangan Lupa share