Yang Terjadi pada Tubuh Jika Sahur Makan Mi Instan

Posted on
Avatar

Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap mie instan cukup tinggi. Tak terkecuali di bulan Ramadan, khususnya saat sahur.

Banyak yang memilih mie instan lantaran praktis, sangat mudah dan cepat untuk disajikan. Namun tenyata, konsumsi mie instan membuat tubuh tak bertenaga saat berpuasa.

Menurut ahli gizi, Inayah Budiasti, mie instan itu bahan dasarnya tepung. Jadi sangat mudah dicerna, membuat kita akan cepat lapar kembali. Selain itu juga menggunakan bahan pengawet, tidak bagus untuk kesehatan.

Kata Inayah, makanan yang diawetkan seperti mie instan mengandung nutrisi rendah. Sebaiknya dihindari makan yang tidak mengandung serat saat sahur, seperti mie instan.

” Tubuh akan tidak lapar dan lemas, jika kita konsumsi jenis makanan berbahan serat, seperti buah, sayur dan gandum.” Makanan seperti ini lebih lama tinggal di dalam lambung,” ujarnya.

Kalau pun terpaksa harus makan mi instan, sebaiknya tambahkan makanan berserat.

Hindari Terlalu Sering Makan Mie Pakai Nasi

Dream –  Sebagian dari kita ada yang menanggap bahwa belum makan kalau  belum menyantap nasi. Dan kadang ada juga yang menyantap nasi yang dicampur dengan mie instan. Rasanya memang enak.

Nah, masalahnya tahukah kita bahwa di balik menyatunya dua makanan sumber karbohidrat dan kalori cukup tinggi ini dan ternyata kurang bagus bagi kesehatan, bila terlalu sering dan terus menerus.

Dalam beberapa kemasan mie, ada yang mengandung 310 kalori atau setara dengan satu porsi nasi ukuran sedang lengkap dengan lauk pendukung.  Tapi ada juga beberapa mie yang kadar kalorinya di bawah jumlah itu.  Jadi jika satu porsi mie yang kalorinya tinggi ditambah dengan seporsi nasi, maka asupan kalori dalam tubuh dapat mencapai 600-700 kalori, meski kebutuhan kalori harian manusia 2000, jika terlalu sering bisa bikin tubuh melar.

Rasanya yang enak dan tekstur kenyalnya memang membuat banyak orang jatuh hati pada mie. Mungkin ada baiknya mulai saat ini jangan terlalu sering, memeriksa apakah mie itu sesuai dengan standar SNI atau tidak,  atau mengganti ‘pendamping’ mie instan dengan sumber protein, serat dan vitamin lain seperti sayuran, telur hingga daging.

Kandungan garam dan MSG yang sangat tinggi membawa pengaruh yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Jika memang ingin mengkonsumsi mie baiknya dibatasi satu atau dua minggu sekali saja atau dikombinasi dengan sayur-saruan.

Sejumlah peneliti di Amerika Serikat juga pernah melakukan penelitian soal efek kurang baik bagi kesehatan jika mie dikonsumsi terlalu sering, sekitar 3 hingga 4 kali sepekan.

Pemimpin penelitian ini, Dr Shin, kepada Daily Mail Kamis 14 Agustus 2014, menyebutkan bahwa konsumsi yang sering itu dapat menaikkan resiko sindrom kardiometabolik. Karena selain pengawet, katanya, ” Mie itu memiliki unsur kimia yang disebut sebagai bisphenol A.”

Unsur itulah yang menganggu cara kerja hormon. Karena itu dia mengimbau agar tidak terlalu sering mengkonsumi mie.

Anda Ingin Mie Instan Sehat? Ini Rahasia Cara Memasaknya

Dream – Mie instan. Inilah menu yang sangat karib dengan masyarakat di Indonesia. Makanan ini disajikan dalam berbagai rupa. Mulai camilan hingga menjadi menu utama.

Ya, mie instan memang jadi menu populer. Lihatlah laporan World Instan Noodles Association pada Mei silam. Dalam setahun, penduduk Bumi menghabiskan 102,7 miliar bungkus mie instan.

Dan Indonesia menjadi negara ke dua paling banyak mengonsumsi mie instan dalam setahun, yaitu 13,4 miliar bungkus. Indonesia berada di bawah China yang menghabiskan 44,4 miliar bungkus pertahun. Di bawah Indonesia ada Jepang, India, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Tapi banyak ulasan menyebut jika terlalu banyak mengonsumsi mie instan buruk untuk kesehatan. Mie instan dituding sebagai pemicu kanker, tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol, dan sebagainya. Mengerikan bukan?

Jangan khawatir dulu. Presiden Masyarakat Gizi Malaysia, Dr Tee E Siong, punya tips khusus bagaimana mengonsumsi mie instan dengan sehat.

“ Banyak orang berpikir makan mie instan adalah beracun dan bahaya, tapi ini tidaklah benar. Beberapa orang berlebihan dan menyalahgunakan ini. Ini bukan berarti makan mie instan lima kali sehari,” ujar Siong, sebagaimana dikutip Dream dari The Straits Times, Sabtu 5 Desember 2015.

Menurut dia, makan mie instan sama dengan mengonsumsi roti. Mie instan kaya akan karbohidrat, lemak, sedikit protein, serat, mineral, dan vitamin, sehingga harus dikonsumsi dengan menu lainnya.

Lantas bagaimana membuat mie instan yang sehat? Menurut Siong, “ Jangan menambahkan semua bumbunya.” Ya, jangan menuang semua bumbu ke dalam mie instan. Secukupnya saja!

Selain itu, juga tambahkan bahan lain ke dalam menu mie instan. Sehingga dalam sekejap, mie instan Anda menjadi menu sehat. “ Untuk membuatnya bergizi seimbang, tambahkan sayuran segar, telur, daging cincang atau sarden.”

Nah, dengan demikian setidaknya mie instan yang kita konsumsi akan punya gizi lebih jika dibandingkan kita hanya merebus dan langsung memakannya tanpa menambah bahan lain.

“ Kita perlu asupan gizi sepanjang hari. Berapa banyak Anda makan, bagaimana Anda makan, dan bagaimana makanan itu dimasak menjadi hal penting,” tambah Siong.

Lantas, bagaimana dengan kandungan monosodium glutamat (MSG) dalam mie instan? Tidkakah bahan ini berbahaya sebagaimana adikhawatirkan banyak orang?

Siong tak yakin MSG akan memperburuk kesehatan manusia. “ Jika Anda melihat badan pengawas makanan di dunia, tak ada ysng mrlsrsng MSG,” kata dia.

“ Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa MSG jelek untuk kesehatan. Orang Jepang menggunakan ini selama berabad-abad dan mereka sehat-sehat saja,” tambah Siong.

Dia bahkan menganjurkan masyarakat untuk menggunakan MSG dengan bijak. MSG sebenarnya tidak memiliki rasa. “ Itu hanya penambah rasa yang memiliki natrium kurang dari garam ,” ujar dia.

Jangan Lupa share