Tengku Zul:Apa Benar Tujuan Mereka Bukan Memerangi Corona,Tapi Ingin Mengosongkan Masjid?

Posted on
Avatar

Pandemi virus corona menjadi alasan diterapkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Indonesia. Akibatnya beberapa kegiatan dibatasi atau dilarang sepenuhnya, termasuk ibadah. Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk beribadah di rumah.

Hal tersebut membuat banyak Masjid kosong tanpa Jamaah. Bahkan disaat bulan Ramadhan dimana masjid biasanya ramai dikunjungi umat muslim untuk sholat tarawih, kini sepi. Ustad Tengku Zulkarnain pun menduga hal ini adalah bagian dari konspirasi untuk membuat masjid kosong, bukannya siasat untuk memerangi corona secara langsung.

“Apa benar tujuan mereka sebenarnya bukan memerangi Corona dan mencegah penyebarannya.

Tapi yg sebenarnya tujuan mereka adalah MENGOSONGKAN Masjid…?

Benar nggak sih…?

Nanya nih…,” kata Tengku Zul di akun Twitternya, Jumat (15/5/2020).

Aturan pembatasan ibadah saat ini mulai diberikan kelonggaran. Terakhir, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi kelonggaran bagi umat muslim untuk shalat Idul Fitri 1441 H berjamaah seperti biasanya.

Hal tersebut termuat dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020.

Dalam fatwa tersebut, diberikan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi di tengah pandemi Covid-19?

Pertama, sholat Ied berjamaan diperbolehkan dilakukan di masjid, tanah lapang, dan mushala

Pada fatwa nomor II, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan berjamaah di tanah lapang, mushala, dan masjid, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terkendali saat Idul Fitri nanti.

Kawasan terkendali yang dimaksud kawasan yang angka penularan Covid-19-nya menunjukkan kecenderungan menurun dan adanya kebijakan kelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Lalu, shalat Idul Fitri juga boleh dilaksanakan berjamaah seperti biasanya jika tinggal di kawasan terkendali atau kawasan bebas Covid-19 dan diyakini tidak ada penularan (kawasan perdesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak terkena Covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang).

Kemudian, masyarakat juga dianjurkan untuk Shalat Idul Fitri berjamaah di rumah jika kawasan tempat tinggalnya belum terkendali atau masih dalam zona merah maupun zona kuning Covid-19, masyarakat diimbau untuk shalat Idul Fitri di rumah.

“Sebab hal itu demi kemaslahatan masyarakat yang luas,” ujar Wakil Ketu MUI Muhyiddin Junaidi, saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Jangan Lupa share